There was an error in this gadget

Tuesday, June 30, 2015

Lembar Kerja Program Linear

Pelajari Lembar Kerja berikut dan lanjutkan dengan menyelesaikan latihan soalnya, kumpulkan paling lama satu minggu setelah tulisan ini ditmpilkan.

Unduh Lembar Kerja

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi ini, silahkan dilakukan secara berkelompok, dan jika ada pertanyaan silahkan dituliskan di komentar pada  halaman bawah tu isan ini.

Untuk latihan silahkan dikerjkan latihan pada link berikut:

Latihan Persamaan Linear 

Untuk bahan bacaan anda bisa mengunduhnya disini

Good Luck

CARA MEMPOSTING TULISAN DI BLOG

video
Ini adalah halaman tempat kita menulis isi atau tulisan, yang bisa diatur sesuai dengan keinginan kita, dan jika diperhatikan sistem penulisan disini sama saja dengan sistem penulisan di Microsoft Word. Begitu jug dengan fasilitas yang ada.
Dalam blog kita tidak hanya bisa memposting tulisan tetapi kita juga mempostingkan gambar bahkan video.
Perhatikan langkah cara mempostingkan video berikut, dan nanti juga akan bisa anda ikuti dari hasil video yang akan anda tonton. Dalam materi Cara Memposting Tulisan di Blog sekarang ini, penuis menggabungkan beberapa topik menjadi satu yakni:
  1. Cara memposting tulisan di blog
  2. Cara memasukkan video di blog
  3. Cara menggunakan software ScreenO-Matic
Langkah yang penulis lakukan ini langsung penulis record menggunakan ScreenO-MAtic versi free dan selanjutnya nanti akan disimpan dalam satu file dan file tersebutlah yang akan kita upload dalam blog ini.
Artinya satu materi tetapi mengandung beberapa topik. Selamat mencoba.

  1. tiba waktunya untuk menyimpn file screenmatic dan selanjutnya akan kita uploadkan dengan cara (perhatikan panah cursor di atas)

Tuesday, February 26, 2013

RSBI (RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL) KENAPA DIBUBARKAN?



Gaung RSBI lebih terdengar sekarang daripada saat pertama kali dicanangkan, hal ini terjadi karena kehadiran RSBI tidak hanya memberikan harapan tetapi sekaligus membawa mimpi buruk bagi sebagian siswa (orang tua). Mungkin sebagian orang masih bertanya tanya apa itu RSBI, ada apa dengan RSBI dan kenapa RSBI harus dibubarkan. Disini penulis akan menguraikan apa dan bagaimana RSBI dan kenapa haurs dibubarkan
PENGERTIAN RSBI (RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL)
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah Sekolah Standar Nasional (SSN)
yang menyiapkan peserta didik berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia dan bertaraf Internasional sehingga diharapkan lulusannya memiliki kemampuan daya saing
internasional.
Untuk meniliki daya saing internasional ini maka di sekollah yang berlabel RSBI harus memiliki indikator kinerja kunci tambahan sebagai berikut:
a)      Prosespembelajaran pada semua mata pelajaran menjadi teladan bagi sekolah/madrasah lainnya dalam pengembangan akhlak mulia, budi pekerti luhur,kepribadian unggul, kepemimpinan, jiwa entrepreneural, jiwa patriot, dan jiwa inovator;
b)      Diperkaya dengan model proses pembelajaran sekolah unggul dari salah satu negara
anggota OECD dan/atau negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu
dalam bidang pendidikan; sebagai aplikasinya maka beberapa sekolah RSBI menjalin kerjasama dengan sekolah di luar negeri dalam bentuk pertukaran pelajar atau sekdar tukar informasi
c)      Menerapkan pembelajaran berbasis TIK pada semua mata pelajaran;
d)     Pembelajaran mata pelajaran kelompok sains, matematika, dan inti kejuruan
menggunakan bahasa Inggris, sementara pembelajaran mata pelajaran lainnya,
kecuali pelajaran bahasa asing, harus menggunakan bahasa Indonesia; dan
e)      Pembelajaran dengan bahasa Inggris untuk mata pelajaran kelompok sains dan
matematika untuk SD/MI baru dapat dimulai pada Kelas IV.
PELAKSANAAN KURIKULUM DAN PROSES PEMBELAJARAN RSBI
Pada dasarnya pelaksanaan kurikulum di RSBI tidak berbeda juah dengan sekolah reguler yakni dengan menggunakan kurikulum yang berlaku secara nasional tetapi pada RSBI juga dilakukan dengan mengadaptasi kurikulum sekolah di Negara lain. Sesuai dengan misinya untuk persaingan secara internasional maka di RSBI deberi penekanan pada penggunaan bahasa asing terutama Bahasa Inggris. Penggunaan Bahasa Inggris pada RSBI diintegrasikan dengan pelajaran lain terutama pelajaran Sains dan Matematika.
Disini sangat dituntut kemampuan guru mata pelajaran sains dan matematika untuk bisa berbahasa Inggris dengan lancar, dan otomatis juga dibutuhkan kemampuang anak didik untuk menerima pelajaran non Bahasa Inggris yang disajikan dalam Bahasa Inggris.

PENJAMINAN MUTU KOMPETENSI LULUSAN
Kualitas lulusan dipersiapkan mampu bersaing secara global baik dari segi pengetahuan maupun kompetensi berkomunikasi dengan tetap mempertahankan budaya Indonesia.
Terdapat standar minimal pendukung yang harus dipenuhi siswa yang dapat berupa;projek dan makalah/tulisan, Community Service project (pengabdian pada masyarakat),program magang untuk SMA,MA dan SMK.
Kualitas lulusan yang dihasilkan dapat diterima di sekolah-sekolah Internasional di dunia berdasarkan: kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki siswa, tipe laporan standar internasional, benchmark standar Internasional, dapat bekerjasama dengan lembaga internasional.
PENJAMINAN MUTU KETENAGAAN
Tenaga pendidik memiliki kualifikasi minimal S1 dan 30% harus berstandar S2 linier dengan jurusan, mampu berbahasa Inggris, memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi social dan kompetensi professional. Dan sejak dicanangkan sampai sekarang belum ada RSBI yang bisa memenuhi  standar ini karena rata-rata tenaga pendidiknya masih S1 atau S2 non linier.
Seleksi tenaga pendidik dilakukan secara professional oleh tenaga ahli dalam bidang sumber daya manusia (Human Resources Departement) yang dapat dilakukan dengan tahapan: wawancara awal, Class observation, Behavioral interview, Behavioral test, English test (TOEFL dan conversation), Micro teaching and discussion, Tes kesehatan
Performance management dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan sebagai
dasar untuk pengembangan SDM lebih lanjut dengan instrumen khusus berdasarkan
standar Teaching Effectiveness.
Pengelolaan Sumber Daya Manusia berdasarkan Kompetensi (Competency-based Human
Resorces System)
PENJAMINAN MUTU SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan Prasarana yang dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa berdasarkan cara kerja otak
dan standar internasional, terdiri dari ruangan beserta kelengkapannya, yaitu: Ruang belajar yang kondusif meliputi luas , pencahayaan, temperatur, tingkat kebisingan, tempat bermain, laboratorium perpustakaan, fasilitas olah raga, fasilitas kesenian, ruang guru, ruang konseling, ruang pertemuan siswa, ruang serbaguna, kantin, klinik, ruang ibadah ruang kepala sekolah dan administrasi, fasilitas internet di setiap ruang kelas dan WiFi di seluruh sekolah untuk memudahkan akses internet. Setiap siswa tingkatan SMA /SMK menggunakan laptop secara individu dalam mengerjakan tugas sekolah, ruang terapi untuk special needs, toilet,ruang khusus lainnya sesuai dengan kebutuhan.


PENJAMINAN MUTU PEMBIAYAAN
a)      Sumber dana diperoleh dari dana investasi pemilik dan pembayaran uang sekolah siswa untuk jenis sekolah swasta; serta dapat bervariasi dari sumber lainnya,pemerintah dan masyarakat untuk jenis sekolah negeri.
b)      Pengalokasian dana dikategorikan ke dalam : Pengeluaran operasional rutin dan non
rutin, pengeluaran investasi untuk pengembangan sekolah.
c)      Pengelolaan keuangan dilakukan secara profesional: transparan, efisien, akuntabel
dengan diperiksa oleh akuntan publik

PENTAHAPAN (FASE) PENGEMBANGAN PROGRAM RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL
Tahap pengembangan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ada 3 tahap, yaitu:
1)  Tahap Pengembangan (3 tahun pertama);
2)  Tahap Pemberdayaan (2 tahun; tahun ke-4 an 5); dan
3)  Tahap Mandiri (tahun ke-6).
Pada tahap pengembangan RSBI akan mendapat subsidi pemerintah dengan kisaran 300 sampai 500 juta pertahun sampai mencapai tahap mandiri.
Pada tahap mandiri pada tahun ke-6 sekolah sudah berubah predikatnya dari
rintisan bertaraf internasional (RSBI) menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dengan
catatan semua profil yang diharapkan telah tercapai. Sedangkan apabila profil yang diharapkan mulai dari standar isi dan standar kompetensi lulusan, SDM (guru, kepala sekolah, tenaga pendukung), sarana prasarana, penilaian, pengelolaan, pembiayaan, kesiswaan, dan kultur sekolah belum tercapai, maka dimungkinkan suatu sekolah RSBI akan terkena passing-out.

ADA APA DENGAN RSBI
Sejak dicanangkan tahun 2006 sampai sekarang telah lahir 1305 dengan rincian Sekolah Dasar (239), Sekolah Menengah Pertama (356), Sekolah Menengah Atas (359), dan Sekolah menengah Kejuruan (351).sekolah dengan label RSBI dan sampai tahun 2010 pemerintah telah mengeluarkan subsidi untuk RSBI sebesar 11,2 triliun. Selain Kemendiknas, RSBI dan SBI juga telah mendapatkan bantuan dana dari pemerintah daerah dan masyarakat. Berdasarkan pemantauan ICW, dana-dana itu sangat rawan untuk dikorupsi karena dinilai tak transparan dalam pengelolaan keuangannya.                                                                 
Sesuai dengan wajib belajar sembilan tahun dan UU pendidikan maka setiap sekolah dilarang memungut biaya pendidikan dari wali siswa karena sudah dibantu oleh pemerintah melalui pemberian bantuan dana BOS. Tetapi mengingat besarnya kebutuhan RSBI maka selain subsidi pemerintah diluar dana BOS RSBI juga diberi kebebasan dalam menarik dana bantuan dari masyarakat, dalam hal ini wali murid.
Inilah yang menjadi salah satu pokok permasalahan, dengan adanya kebebasan memungut dana, maka sekolah dengan label RSBI berani melakukan pungutan dari wali siswa, dan dengan mengedapankan komite sekolah maka dilakukanlah penarikan dana sesuai dengan angggaran yang dirancang oleh sekolah dalam hal ini RAPBS sekolah. Maka pada beberapa RSBI akan ada uang pendaftaran, uang sarana, uang SPP, uang ekstrakurikuler dan lain-lain.
Sesuai dengan label statusnya maka RSBI berani jual nama sehingga siswa dan orang tua akan berlomba dengan berbagai cara, baik demi mutu ataupun demi gengsi, untuk memasukkan anaknya ke sekolah dengan label RSBI. Untuk diketahui, ada beberapa tahap tes yang harus dijalani siswa untuk dapat masuk kesolah RSBI, dan diantaranya adalah wawancara wali murid dan siswa. Menurut pengamatan penulis, disinilah sering terjadi tawar menawar harga, sehingga mereka yang berkantong tebal akan sanggup membayar berapapun asal anaknya bisa duduk di sekolah RSBI, sementara mereka yang kurang mampu mungkin hanya sanggup membayar 20 persen dari penawaran mereka yang mampu. Akibatnya akan terjadi diskriminasi penerimaan berdasarkan besarnya sumbangan. Walaupun setiap RSBI berdalih bahwa mereka menyediakan 20% – 30% kursi untuk siswa kurang mampu, namun kenyataannya mereka masih harus membayar karena sistemnya hanya pengurangan bukan penghapusan biaya. Disamping itu, sistem penerimaan siswa yang mencuri star karena RSBI akan mengadakan selksi siswa baru jauh hari sebelum sekolah reguler melaksanakan penerimaan siswa baru.
Akibat yang terjadi adalah, siswa pintar “dalam tanda kutip” dan kaya akan masuk ke sekolah RSBI sementara siswa pintar tapi kurang mampu secara ekonomi dan siswa sedang dan kurang secara prestasi akan masuk ke sekolah reguler.
Apakah ini bukan suatu bentuk diskriminasi pendidikan?
Disisi lain, pemerintah memberikan subsidi berlimpah kepada sekolah RSBI sementara siswa yang masuk dipilih-pilih sesuai dengan keinginan dan ketentuan pengelola.
Walaupun dari segi kebangsaan disebutkan bahwa RSBI akan mengurangi rasa kebangsaan siswa karena menggunakan bahasa pengantar asing sementara dalam UUD dinyatakan bahwa bahasa resmi kita adalah bahasa Indonesia, dan ini bisa dimentahkan oleh para pengelola RSBI dengan mengatakan bahwa penggunaaan bahasa Inggris bukan untuk semua pelaaran tetapi hanya pada pelajaran tertentu saja seingga tidak akan mengurangi rasa kebangsaan.
Mungkin ini bisa diterima, tetapi bagaimana dengan penguasaan guru dan siswanya, apakah ada keselarasan. Kegiatan belajar mengajar tidak akan berjalan maksiman jika antara pendidik dan peserta didik tidak ada saling mengerti, guru pintar berbahasa Inggris tetapi siswa tidak mengerti atau sebaliknya, bisakah tujuan tercapai?
 Berdasarkan Test of English for International Communication (ToEIC), dari sekitar 600 guru sekolah rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) SMP, SMA, dan SMK di seluruh Indonesia, terungkap bahwa penguasaan bahasa Inggris guru dan kepala sekolahnya rendah. sebanyak 60 persennya berada pada level paling rendah kemampuan berbahasa.
Sumber:http://edukasi.kompas.com/read/2009/06/24/17410455/Waduh.Bahasa.Inggris.600.Guru.RSBI.Ternyata.Memble.
Nah kalau ini yang terjadi, apa yanng bisa kita harapkan? Jika gurunya begini bagaimana siswanya?
Dari beberapa permasalahan di atas maka sejalan dengan perkembangannya, maka terlihat bahwa sekolah dengan label RSBI cenderung menang label saja, sementara mutu baik secara proses maupun output, rasanya belum bisa dibanggakan begitu saja. Adalah wajar kalau inputnya bagus, akan menghasilkan output yang bagus juga. Kan mereka sudah curi star dalam penerimaan siswa dengan menggandeng siswa unggul secara prestsi dan ekonomi. Jadi wajar kalau ada beberapa dari siswanya bisa melanjutkan sekolah keluar negeri.
Sekolah yang bisa dibanggakan seharusnya adalah sekolah yang inputnya rendah tapi bisa menghasilkan output yang tinggi. Dan jika ini terjadi seharusnya pemerintah harus memberi apresiasi terhadap lembaga sekolah tersebut, baik dalam bentuk fasilitas maupun peningkatan mutu SDM-nya.
Dampak lain dari  ijin penarikan dana dari wali murid, di Palembang, sejak dicanangkan RSBI maka sekolah yang ada berlomba mengajukan diri untuk dimasukkan kedalam kategori RSBI walau dari semuausulan yang masuk hanya beberapa sekolah saja yang memenuhi syarat, dan ternyata benar, begitu label RSBI didapat, maka mulailah penarikan dana dimulai. Lalu adakah pertanggung jawaban penggunaan dana tersebut dilaporkan?
Sepertinya orang tua siswa tidak peduli lagi kemana dan berpa dana yang terpakai karena toh mereka notabene orang yang mampu dan apalah arti uang sekian belas uta. Sementara bagi mereka yang punya uang pas-pasan, tidak akan berani berkata. Takut dengan omongan “mana ada sekolah bagus yang gratis”

HARAPAN SETELAH RSBI BUBAR
Jika diperhatikan dari alasan, baik buruknya dampak pengadaan RSBI dan seklaigus pembubaran RSBI, maka disini penulis masih menanamkan beberapa harapan sebagai berikut:
1.      Secara semangat, maka semangat dan tujuan RSBI harus tetap kita pertahankan yakni dengan mengedepankan mutu pendidikan Indonesia agar bisa bersaing secara global, baik dari sisi siswa maupun pendidik
2.      Jangan sampai begitu RSBI dibubarkan,bubar pula harapan untuk menciptakan mutu pendidikan yang bersaing, ingat dulu sebelum ada RSBI kita masih tetap bisa mengadakan pertukaran pelajar, baik melalui AFS dan lembaga lain dan tidak ada masalah
3.      Jangan sampai pokok pembubaran RSBI ditekankanpada penggunaan bahasa, karena ada kecenderungan demikian, tetapi pokok permasalahnnya adalah masalah pungutan dan adanya ketidakadilan pendanaan dari pemerintah terhadap sekolah reguler dan RSBI
4.      Silahkan kembangkan semangat RSBI setinggi yang kita bisa, tapi jangan lupa bahwa siswa pintar tidak hanya berasal dari keluarga mampu saja, tetapi juga ada bahkan lebih banyak berasal dari keluarga menengah ke bawah. Adalah ironis seklai kalau biaya sekolah di RSBI jauh di atas biaya kuliah S2. (jika biaya bulanan di SMA RSBI Palembang perbulan mencapai 1,4 juta artinya persemester 8,4 juta sementara S2 di UNSRI hanya 3,5 juta sampai 4,5 juta saja)
5.      Bandingkan juga dengan RSBI (SBI), SMA SUMSEL, biaya pendidikan dan hidup siswa pertahun sekitar RP50 000 000 juta atau sekitar 4,13 juta perbulan – (sistem dana bea siswa). Ini bisa sama dengan biaya pendidikan di Eropa kali ya ?????
Rasanya lebih baik beasiswa tersebut dibagi-bagi dengan siswalain yang juga membutuhkan, mungkin bisa satu banding sepuluh hasilnya.
Semoga ............

Saturday, September 29, 2012

Program Jitu mengantisipasi Tawuran Pelajar

Belakangan dunia pendidikan dikejutkan oleh tawuran pelajar yang semakin brutal. tidak hanya tingkat SMA, malahan tingkat SMP pun sudah mulai tawuran.
Seakan akan tawuran sudah menjadi hal biasa ..........
Brutal dan memprihatinkan!
Karena sejak Januari 2012 telah tercatat 16 orang kehilangan nyawa akibat tawuran tersebut, dan kalau dirata-ratakan artinya tiap bulan ada hampir 2 orang siswa meninggal akibat tawuran.
Akibat kejadian terakhir, semua pihak bersuara lantang !
Berbagai spekulasi kesalahan mulai dicari .. tiap pihak mulai mempertahankan alur pemikirannya masing-masing.
Orang tua menyalahkan guru yang tidak bisa mendidik anak, pengamat menyalahkan guru karena hanya bisa mengajar anak, sebagian lagi menyalahkan aparat kepolisian yang tidak bisa mengantisipasi kejadian.
Orang hukum akan menindak anak sesuai dengan hukum yang berlaku, komisi perlindungan anak tidak mau kalau anak anak ini mendapat hukuman sesaui dengan aturan yang berlaku ...
JADI YANG MANA YANG BENAR????
Kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak dalam kajadian ini karena faktor pemicu terjadinya tawuran ini sudah seperti suatu sistem yang tidak bisa dipisahkan satu persatu.
Berikut beberapa faktor yang bisa mempengaruhi munculnya aksi tawuran:
  1. Lingkungan. Ini menjadi faktor penyumbang terbesar dari tingkah laku siswa yakni meniru apa yang ada disekitar mereka, baik melalui media televisi, pemberitaan dikoran-koran, mereka mendapati bahwa kalau ada masalah, seolah-olah main serbu bersama adalah salah satu jurus yang jitu untuk menyelesaikanya. mereka tidak pernaha memikirkan dampak yang timbul dari perbuatan mereka tersebut. Hal ini mereka tiru dari banyaknya demoonstrasi yan gberakhir ricuh dan anarkis dan diakhir pemberitaan jarang sekali di ekspose jika mereka yang berbuat anarkis tersebut harus berhubungan dengan hukum, Artinya seolah olah kalau berbuat secara massal maka hukum bisa disingkirkan.
  2. Kurangnya pengawasan Orang tua. Kalau orang tua turut serta mengawasi anaknya dengan baik maka mustahillah si anak bisa kesekolah bawa clurit, yakinlah bahwa mereka yang membawa clurit dan senjata lainnya tersebut sudah mereka siapkan dari rumah, bukan mereka beli dijalanan ketiaka akan ada tawuran, jadi peranan pengawasan orang tua sangat dibutuhkan
  3. Pengaruh Media televisi. Disini masuklah pengaruh sinetron, dan yang sejenisnya. Mari bersama kita amati sinetron sinetron yang ada di televisi, umumnya menampilkan hal hal yang berbau pertikaian, apakah itu karena harta, istri, suami dll. Dan tidak kalah hebatnya, sinetron sonetron remaja, umumnya menanamkan watak perlawanan terhadap aturan kehidupan yang berlaku. Para tokoh utamanya atau pun piguran atau pemain antagonis, semua bicaranya mebludak bludak, seakan akan tidak ada lagi so[an santun dinegeri ini. Anak membentak orang tuanya sendiri, anak memparmainkan gurunya, anak menentang keinginan orang tuanya karena tidak sejalan dengan keinginan mereka, dan semua itu disampaikan dengan menggunakan kalimat yang jauh dari sopan santun, membentak, membantingkan sesuatu atau berteriak teriak.
  4. Sinetron remaja. Sinetron remaja yang berlatar belakang sekolah, disitu diciptakan geng-geng yang berlawanan, sehingga terjadilah persaingan antar geng dalam satu sekolah. Setiap geng diketuai oleh seorang jagoan, baik geng laki maupun perempuan. Menyedihkan lagi, SINETRON SISWA SD PUN SUDAH BEGINI TIPENYA, PUNYA KELOMPOK JAGOAN. Yakinlah bahwa watak anak adalah mesin fotokpoi dan cenderung merasa paling hebat. Sehingga jika menonton yang seperti ini maka mereka akan langsung telan mentah-mentah dan dipraktekkan dalam kehidupan sekolah mereka. 
  5.  Guru yang tidak bisa mendeteksi secara dini. Seharusnya guru, terutama guru BP dan Pembina OSIS bisa melacak atau mendeteksi hal-hal seperti ini lebih awal karena dari sekian ratus siswa disekolah tersebut tidak semuanya ikut tawuran, ada diantara mereka yang tidak ikut tapi mereka mengetahui rencana teman temannya yang akan melakukan tawuran. Jadi ada kemungkinan hubungan antara guru dan siswa sepertia atasan dengan bawahan atau malah lebih jauh lagi, kalau saja hubungan gru dan siswa baik "saling terbuka" maka yakinlah rencana mereka bisa bocor sebelum berjalan.
Lalu bagaimana antisipasi nya??
Rasanya, Bapak Menteri nggak perlu susah-susah membentuk SATGAS ANTI TAWURAN, tidk akan efisien dan hanya menghabiskan anggaran saja, apalagi kalau anggota Teamnya para pejabat atau para tokoh, lebih tidak efisien lagi. Seminar? Talkshow? dan sejenisnya hanya akan menghabiskan waktu dan biaya saja, implementasinya di lapangan tidak akan memuaskan.
Tidak bisa dengan menyalahkan guru karena tidak menanamkan kurikulum berkarakter, dari jaman dulu kala, pendidikan kita sudah berkarakter, setiap guru pasti sudah menanamkannya kepada siswa tanpa harus ada kurkulum berkarakter seperti sekarang ini. Sebelum masuk materi, sebagai motivasi awal, seorang guru harus menggali dan menyampaikan kandungan materi pelajaran yang akan diajarkannya tersebut  dengan kehidupan nyata, dan didalamnya ada karakter karakter positif yang harus dikembangkan, kalau seorang guru tidak bisa menemukan ini artinya dia adalah guru yang tidak bisa memotivasi dan mengajar dengan benar.
Beberapa langkah antisipasi yang bisa diambil:
  1. Lingkungan harus peduli. Artinya kita memberikan contoh yang baik kepada mereka, kalau mau menyampaikan atau menyelesaikan suatu masalah janganlah menggunakan sistem premanisme, tapi gunakan cara yang lebih bermartabat. Jikapun terpaksa terjadi tawuran maka masyarakat yang melihat janganlah hanya jadi penonton tapi bertindaklah sebagai pemisah. tapi jangan malah ikut menggebukin
  2. Bagi Orang tua. Jangan hanya bisa menyalahkan guru, apalagi ada pernyataan, kami menitipkan anak kami kesekolah tapi kenapa anak kami bisa begini. Perlu diingat bahwa waktu siswa disekolah dan dalam pengawasan guru sehari hanya 5 - 6 jam dan setela itu habis. RAsio guru dan siswa yang hadir setiap harinya biasanya bisa mencapai 1 : 60, artinya pengawasan yang dilakukan tidak bisa maksimal, apalagi kejadin ini terjadi diluar jam sekolah. DAlam hal ini, peranan orang tua sangat penting, kontrol orang tua di rumah sangat diperlukan. Tidak ada salahnya orang tua memeriksa tas, kamar, lemari dll properti anaknya demi kebaikan mereka juga. JAngan sampai kesibukan membuat orang tua sepenuhnya menyerahkan anaknya kepada pihak sekolah. INGAT GURU ATAU SEKOLAH BUKANLAH TEMPAT PENITIPAN ANAK YANG SETIAP GERAKAN HARUS BISA DIAWASI DAN DIPERHATIKAN. APALAGI SEKOLAHNYA BUKAN SEKOLAH BRASRAMA  !
  3. Televisi dan para produser. JAnganlah hanya memikirkan rating acara, tapi utamakanlah kebaikan, tak selamanya rating hanya bisa dicapai dengan gaya nyeleneh, inovatif tapi tidak mendidik, banyak acara yang penuh pesan moral bisa mencapai rating tertinggi. Kalau kita menanam padi rumput pasti ikut tumbuh, tapi kalau kita menanam rumput jangan mimi padi kan tumbuh. mengajak orang ke diskotik jauh lebih mudah daripada mengajak orang mendengar ceramah!
  4. Guru dalam hal ini pihak sekolah. Binalah hubungan baik "kedekatan" antara siswa dan guru, terutama Pembina Osis, dalam penunjukkannya pilihlah guru yang bisa "mensiswa" jangan kaku dengan "saya ini guru kamu siswa saya" diharapkan ada komunikasi yang terbuaka antara siswa dan guru. Bagi sekolah sekolah yang rawan, tidak ada salhanya membentuk INTEL SEKOLAH yang anggotanya diambil dari siswa-siswa pilihan. Sesuai dengan namanya INTEL SEKOLAH maka kehadiran merekapun harus rahasia, mereka ditugaskan untuk membantau dan melaporkan hal-hal aneh yang terjadi dilingkungan siswa. Minta laporan secara berkala dan jika dirasa perlu, rotasikan keanggotannya. Tidak berlebihan kalau tiap kelas ada satu intel siswa yang menjadi intel sekolah. Jika ini berjalan, yakinlah semua kejadian kejadian aneh tidak akan lagi terjadi dan PAK MENTERI NGGAK USAH SUSAH SUSAH MEMBENTUK SATGAS ANTI TAWURAN karena sekolah sudah punya metode untk mengantisipasinya.
Demikianlah beberapa program yang bisa dijalankan oleh sekolah, longkungan, dan keluarga dalam menyelesaikan persolan yang menyangkut TAWURAN ANTAR SISWA. semoga bermanfaat.

Sunday, May 27, 2012

Dibalik Pengumuman Hasil UN SMA (Renungan Santai)

Kegembiraan terpancar dari berjuta raut wajah siswa SMA dan SMK di seluruh Indonesia setelah menerima hasil pengumuman kelulusan, dengan persentase yang meningkat di setiap daerah, maka secara perhitungan nilai UN maka mutu pendidikan Indonesia mulai meningkat dibanding tahun tahun yang lewat.
Dibalik semua kegembiraan tersebut, ratusan siswa tercenung, guru guru kaget, dinas pendidikan berang, bupati marah, gubernur kebakaran jenggot tatkala ada dua sekolah yang dinyatakan tingakt ketidaklulusannya mencapai angka 100 %.
Pengumuman nilai tertinggi tiap kota-kabupatenpun disampaikan dan setelah dilihat, diperhatikan dan sedikit dianalisa, maka ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian kita semua, "dengan jujur".
Sepertinya ada hal-hal yang perlu dianalisa dari hasil pengumuman tersebut, diantara:

  1. Sekolah dengan status SBI, RSBI, RSN, SN baik negeri maupun swasta, apakah sudah berada pada level tertinggi? Seharusnya begitu!
  2. Sekolah perkotaan dengan fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan dengan sekolah di daerah, apakah hasilnya lebih baik 
  3. Sekolah negeri yang siswa dan gurunya adalah orang orang yang terseleksi baik, apakah hasilnya lebih baik dibandingkan dengan swasta yang kebanyakan siswa nya adalah siswa yang tidak diterima di sekolah negeri
  4. apakah guru di sekolah swasta kinerja lebih bagus daripada guru sekolah negeri yang umumnya adalah PNS
Terkadang timbul beberapa hipotesis dalam praduga kita seperti:
  1. Jumlah guru PNS dan nilai UN berkorelasi negatif 
  2. Jarak sekolah dengan ibukota berkorelasi positif dengan nilai UN
  3. Hasil seleksi siswa di awal tahun dengan nilai UN berkorelasi negatif
  4. Mutu dan profesional guru dengan nilai UN berkorelasi negatif
Kenapa ada hipotesis yang seperti ini?
  1. Karena rata-rata nilai tertinggi berasal dari sekolah swasta
  2. Sekolah yang letaknya jauh dari ibukota memiliki rata-rata nilai lebihi tinggi dibandingkan dengan sekolah dekat ibukota
  3. Nilai tertinggi tidak diperoleh oleh sekolah dengan label SN,RSBI,SBI yang siswanya adalah siswa pilihan karena umumnya mereka mereka melalui sejumlah tes untuk bisa masuk sekolah dengan label tersebut
  4. Banyak sekolah yang berstatus negeri dan gurunya PNS memlalui rekrutan dan seleksi ketat, tapi nilainya berada di bawah swasta yang kebanyakan gurunya adalah guru honor, apalagi didaerah pedalaman atau daerah jauh
  5. dll
Bagaimana dengan dua sekolah yang seratus persen siswanya tidak lulus?
Apakah mutu guru atau siswanya benar-benar nol atau di bawah standart kelulusan?

Tapi saya kok cenderung percaya "NILAI UN MEREKA KECIL KARENA NILAI KEJUJURANNYA YANG BESAR"

Mari bersama kita interospeksi diri .......

Monday, July 25, 2011

SEPULUH KESALAHAN DALAM MENGHADAPI TES MATEMATIKA

10 Common Mistakes When Preparing for a Math Test

English Version? clik here

Menjalani tes matematika bukanlah hal  yang mudah karena matematika bisa menjadi pelajaran yang sulit dan kompleks. Akibatnya kebanyakan siswa melakukan hal yang buruk pada tes matematika. Persiapan ujian yang salah sering menjadi alasan untuk hasil yang kurang.   
Berikut ini adalah  sepuluh kesalahan yang paling umum  saat mengambil tes matematika.

1. Belajar pada menit terakhir.  
Kebiasaan belajar malam sebelum tes merupakan penyakit kronis yang berbahaya. Biasanya siswa baru belajar semalam sebelum diadakan tes.
 
2. Belajar terlalu lama 
Belajar terlalu lama merupakan pilihan jitu bagi siswa yang suka menunda-nunda waktu belajar. Akibatnya menggunakan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam). Alangkah baiknya jika waktu belajr itu dipecah jadi beberapa periode sehingga dalam teori belajar ada yang mengatkan bahwa 10 x 1 jam lebih baik daripada 1 x 10 jam, walaupun hasilnya sama-sama 10 jam.

3. Bahan bacaan uji tanpa berlatih.  
Matematika bukan seperti sejarah di mana Anda hanya dapat membaca dari buku teks. Matematika membutuhkan latihan. Jadi dalam mempelajari matematika sangat dibutuhkan latihan

4. Belajar sembarangan. 
Bagaimana anda menyusun jadwal belajar anda. Kalau anda belajar tanpa jadwal, maka dipastikan anda tidak akan memiliki kesiapan dalam tes matematika. Karena kegiatan belajar anda tidak teratur atau tidak terjadwal

 
5. Mmiliki Sikap "Aku mengerti"
Dengan kata lain, jangan terlalu percaya diri dengan pengetahuan Anda terhadap materi yang sedang anda pelajari Orang yang memiliki sikap ini akan cepat merasa puas dan segera berhenti belajar yang tentunya akan mengakibatkan kealpaan akan materi yang diteskan nanti. Tapi tanamkan dalam diri bahwa "saya belum mengerti" sehingga selalu ada hasrat untuk belajar dan mengulangi yang sudah dipelajari.
 
6. Tidak mengambil keuntungan dari sumber daya.  
Jika Anda memiliki akses ke kelompok belajar kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik karena hal ini akan memberikan dampak positif terhadap kemampuan anda. Kalau perlu anda harus proaktif untuk menemukan sumber daya yang ada sebagai tempat bertanya karena semakin banyak anda bertanya dan menerima masukan maka akan semakin bik pengetahuan anda.

 
7. Tidak mengidentifikasi atau berkonsentrasi pada kelemahan.  
Identifikasikanlah kelemahan anda dan berkonsentrasilah pada titik lemah tersebut. Hal ini akan mengurangi ketidaksiapan anda jika titik kelemahannya sudah ditemukan diatasi dengan baik.
 

8. Tidak lengkap mempelajari materi. 
Matematika merupakan pelajaran yang antara satu topik dan topik lain memiliki ketereikatan yang sangat kuat. Kita tidak bisa melepaskan satu topik dalam mempelajari topik yang lain. Saling keterkaitan antar materi menjadikan kita harus menguasai semua materi yang sudah dipelajari. Jadi dalam belajar kita harus mempelajari semua materi termsuk materi lama dan sudah dilewati. Dengan mempelajari secara komprehensif semua materi Anda pasti akan memahmi nya dengan jelas.

9. Pastikan untuk memiliki tidur yang cukup.  
Begadang sepanjang malam untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tes bukanlah hal yang disarankan karena itu hanya akan membuat diri mengantuk ketika waktu tes tiba. Dan yakinlah bahwa hal ini tidak akan dapt meningkatkan kesipan diri dalam menghadapi tes.

10. Tidak mengetahui apa yang di tes.  
Item ini jarang terjadi tetapi bukan berarti tidak pernah karena banyak orang berbuat kesalahan dalam mempalajari topik yang akan diterima dalam tes seperti tes  pada Bab 4 tetapi yang dipelajari Bab 9! Atau jika tesnya Bab 4 kenapa kita harus mempelajari Bab 5??

Tuesday, July 12, 2011

Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari .... Udah Nggak Zamannya Lagi

Istilah ini lama melekat dalam benak kita yakni "Guru kencing berdiri Murid Kencing berlari". Apapun makna yang terkandung di dalamnya. Namu itu menunjukkan bahwa seorang guru harus berhatihati dalam berbuat karena seorang guru itu adalah pribadi yang harus digugu dan ditiru.

Jika dibawa ke jaman sekarang sepertinya "Guru kencing berdiri murid kencing berlari" tidak berlaku tapi sudah digantikan dengan "guru ke sekolah jalan kaki Murid datang naik mobil pribadi"

Kalau dulu guru adalah sosok yang sangat dihormati, orang yang harus diteladani. Mulai dari siswa itu sendiri, wali murid sampai masyarakat sekitar sangat menyanjung dan menghormati seorang guru. Artinya seorang guru memiliki wibawa di atas yang lainnya.

Dizaman sekarang pandangan masyarakat mulai berubah. Soerang guru hanya seorang pribadi biasa yang tidak ada apa-apanya dibanding orang lain. 
Apakah guru zaman sekarang tidak berkompeten lagi untuk jadi seorang guru? Of course not. Guru sekarang jauh lebih bermutu dibanding guru masa dahulu.
Apakah guru zaman sekarang tidak lagi punya kepribadian yang bisa digugu dan ditiru ? Of course not. Banyak guru sekarang yang punya kompetensi kepribadian tinggi.
Apakah guru sekarang .......

Lalu kenapa guru dizaman sekarang tidak lagi bagaikan guru pada zaman dahulu ....Seakan-akan tidak ada wibawa, seakan-akan tidak lagi diperhitungkan dalam masyarakat, seakan-akan posisinya sangat rendah dibandingkan dengan profesi lain.

Beruntunglah guru sekolah dasar, anak-anak masih berani membantah orangtuanya yang bertentangan dengan ajaran "sang Guru". Kalau orang tua mengajar anak mengisi PR dan kebetulan langkah yang digunakan orangtua berbeda dengan yang diajarkan guru, maka si anak akan berkata "kata buk guru bukan seperti itu". Itu artinya pandangan mereka terhadap guru masih tinggi.

Akan berbeda dengan guru di tingkat yang lebih tinggi, SMP dan SMA. Penghargaan terhadap guru dilakukan dengan cara dan pandangan yang berbeda.

Sesuai dengan perkembangan zaman.
Dulu orang berpandangan bahwa seorang guru berupa "Lubuk Ikan tapian Ilmu nak pergi tempat bertanya nak pulang tempat berberita"
Karena guru merupakan gudang ilmu dan ilmu di atas segala-galanya.
Sekarang zaman telah berubah, Ilmu tidak lagi berada di atas segalanya. tetapi sudah berpindah kepada harta lah yang di atas segalanya, akibatnya siapa yang banyak harta, siapa yang banyak duit,  siapa yang berkantol tebal, maka semua mata menatap kepadanya.

Wibawa seseorang terletak pada penampilan dan kekayaannya. 
Kalau ada orang kaya yang bicara walaupun tidak berpendidikan, maka orang akan dengarkan dan sebaliknya kalau ada orang yang berpendidikan yang bicara tetapi kere orang akan buang muka ....

Salah satu kunci keberhasilan pendidikan adalah orang (siswa, wali murid, lingkungan sekolah) mau mendengarkan dan menuruti apa yang disampaikan oleh guru. 
Bagaimana guru ekonomi mau menerangkan prinsip ekonomi dengan siswanya kalau ekonominya sendiri belum mapan.
Bagaimana seorang guru Bahasa mau menyuruh siswanya punya beberapa literatur bacaan atau memiliki pustaka mini di rumah kalau dia sendiri tidak sanggup membeli buku ....
Bagaimana seorang guru PKn mau menyampaikan kepada siswa agar hidup harus saling tolong menolong kalau Jumat pagi OSIS menyodorkan kotak sosial dia sendiri tidak bisa mengisinya
dan lain-lain dan lain-lain.

Bagimana seorang guru mau berwibawa kalau dia ke sekolah harus jalan kaki sementara siswanya naik motor
Bagaimana seorang guru bisa menjaga wibawa kalau dijalan harus berebut naik bis kota sementara siswanya datang bawa mobil sendiri. ......

Apakah guru tidak mau jadi orang kaya???
Pertanyaan ol ol ....
Tapi harus kita lihat kenyataan kesanggupan guru untuk tampil berwibawa dengan mengikuti kehendak zaman ini, seberapa besar kemampuannya???

Bagaimana wali murid mau menuruti kehendak guru waktu rapat komite dikala mengajukan usulan bantuan keuangan, orang malah curiga, jangan-jangan cuma akal-akalan guru saja nanti duitnya dipakai oleh mereka ... (Kata wali murid dalam hati)

Jadi kalau mau keberhasilan pendidikan di Nusantara ini, maka tiada jalan lain lagi, kesejahteraan guru memang harus di dahulukan. Dengan demikian para guru bisa tampil mengikuti selera zaman dan dengan sendirinya kalau setiap guru datang kesekolah sudah naik mobil mengkilap, mulus, turun dari mobil pakaian masih necis, maka mata siswa akan menatap kepadanya. 
Diawali dari situ, semuanya can be under control.

Kalau saja masyarakat sekarang masih berpikiran seperti masyarakat zaman dulu, maka saya yakin begitu masuk usia 50 tahun, para guru akan mengajukan pensiun dini dan ikut mengkampanyekan diri jadi calon anggota DPR dan yakinlah pasti menang.

Bayangkan saja, jika satu tahun guru menamatkan 200 siswa maka selama tugasnya (25 tahun) dia sudah punya 5000 alumni dan kalau mereka masih menghargai gurunya karena ilmu bukan karena harta maka sang guru akan terpilih mulus jadi anggota dewan yang terhormat. ......

(Hasil renungan sore ......)